Terjadinya Hari Kiamat Menurut Alqur'an

Terjadinya Hari Kiamat Menurut Alqur'an | Sakuilmu - Hari Kiamat adalah merupakan hari akhir dimana semua mahluk hidup akan binasa serta berakhirnya kehidupan di dunia ini dengan kehancuran yang maha dahsyat. Umat Islam diwajibkan untuk mempercayai akan adanya kiamat yang merupakan akhir zaman tersebut.

Namun sampai dengan saat ini, Manusia tidak ada yang bisa memprediksi kapan terjadinya hari kiamat tersebut. Bahkan dikisahkan dalam Alqur'an bahwa pengetahuan mengenai waktu terjadinya hari kiamat hanya ada pada sisi Allah Azza Wazalla saja.

Lalu Apa sebenarnya definisi Hari Kiamat berdasarkan Alqur'an? Dan kapan waktu terjadinya Hari Kiamat tersebut? Mari kita renungkan beberapa firman Allah Subhanahu Wata'Ala mengenai Hari Kiamat ini yang bisa kita temukan dalam Kitab Pedoman Umat Islam Alqur'an Nur Karim..

Definisi Hari Kiamat Menurut Alqur'an

Terjadinya Hari Kiamat Menurut Alqur'an


Allah Subhanahu Wata'ala telah menerangkan mengenai hari kiamat ini secara jelas didalam Qur'an Surat Al-Qaari'ah Ayat 1 sampai dengan 11 sebagai berikut :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

الْقَارِعَةُ [١٠١:١]
Hari Kiamat,

مَا الْقَارِعَةُ [١٠١:٢]
apakah hari Kiamat itu?

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ [١٠١:٣]
Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?

يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ [١٠١:٤]
Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,

وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنفُوشِ [١٠١:٥]
dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.

فَأَمَّا مَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ [١٠١:٦]
Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,

فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ [١٠١:٧]
maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.

وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ [١٠١:٨]
Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,

فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ [١٠١:٩]
maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.

وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ [١٠١:١٠]
Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?

نَارٌ حَامِيَةٌ [١٠١:١١]
(Yaitu) api yang sangat panas. 

Dari ayat diatas Allah Subhanahu Wa Ta'Ala menggambarkan mengenai kejadian hari kiamat, dimana pada hari itu menjadi titik perhitungan bagi manusia atas amal yang diperbuatnya selama hidup di dunia. Berikut tafsir Ibnu Katsir terkait ayat Al - Qaariah yang merupakan penggambaran Hari Kiamat :

Al-Qaari’ah adalah salah satu nama hari kiamat, seperti nama lainnya; al-Haaqqah, ath-Thaammah, ash-ShaakhkhaH, al-Ghaasyiyah, dan lain-lain. Kemudian dengan mengagungkan urusan hari kiamat ini serta membesarkan keadaanya, Allah Ta’ala berfirman: wa maa adraaka mal qaari’ah (“Tahukah kamu apakah hari kiamat itu?”) lebih lanjut, Dia menafsirkan melalui firman-Nya: yauma yakuunun naasu kalfaraasyil mabtsuuts (“Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran.”) yakni dalam hal ketersebaran, perpecahan, kepergian dan kedatangan mereka karena perasaan bingung atas apa yang mereka alami, seakan-akan mereka itu seperti kapas yang dihamburkan, sebagaimana yang difirmankan Allah Ta’ala dalam ayat yang lain: ka-annaHum jaraadum muntasyir (“Seakan-akan mereka itu belalang yang bertebaran.”) (al-Qamar: 7).

Dan firman Allah Ta’ala: wa takuunul jibaalu kal’iHnil mangfuusy (“Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.”) maksudnya, gunung-gunung itu seperti bulu-bulu yang dihambur-hamburkan yang mudah terbang dan robek.

Kemudian Allah Ta’ala memberitahukan akibat dari apa yang pernah mereka perbuat serta apa yang akan mereka terima selanjutnya, baik kemuliaan maupun kehinaan, sesuai dengan amal perbuatan mereka. Dimana Dia berfirman: fa ammaa mang tsaqulat mawaaziinuH (“Dan adapun orang-orang yang berat timbangan [kebaikan]nya.”) yakni kebaikannya lebih unggul daripada keburukannya, fa huwa fii ‘iisyatir raadliyah (“Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.”) yakni di dalam syurga. Wa ammaa man khaffat mawaaziinuhu (“Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan [kebaikannya]”) yakni amal keburukannya lebih unggul daripada kebaikannya.

Adapun firman Allah ta’ala: Fa ummuHuu Haawiyah (“Maka tempat kembalinya adalah neraka hawiyah”) ada yang mengatakan: “Artinya, maka dia akan jatuh ke neraka jahanam dengan kepala di bawah. Dia mengungkapkan dengan menggunakan kata “ummuhu” yang berarti “otaknya”. Hal senada diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, ‘Ikrimah, Abu Shalih, dan Qatadah. Ada juga yang berpendapat: “Artinya tempat yang menjadi rujukan dan kembalinya pada hari kebangkitan kelak adalah Neraka Hawiyah.” Hawiyah ini adalah salah satu nama neraka. Ibnu Jarir mengatakan: “Hawiyah disebut dengan sebutan ummuhu [induknya], karena tidak ada tempat kembali baginya kecuali neraka tersebut. Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman seraya menafsirkan kata Hawiyah, firman-Nya: Wa maa adraaka maa HiyaH naarun haamiyaH (“Dan tahukah kamu apakah neraka hawiyah itu? yaitu api yang sangat panas.”) firman-Nya: naarun haamiyaH karena api itu benar-benar sangat panas dan mempunyai kobaran dan sengatan yang sangat kuat. Abu Mush’ab meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw. Pernah bersabda: “Api anak cucu Adam yang biasa kalian nyalakan itu hanya satu bagian dari tujuh puluh bagian neraka jahanam.”)

Para shahabat bertanya: “Wahai Rasulallah, satu bagian saja sudah sangat cukup?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya satu bagian api itu masih ditambah lagi dengan enampuluh Sembilan bagian.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.

Kapan Terjadinya Hari Kiamat Menurut Alqur'an

Setelah kita mengetahui definisi dan gambaran yang akan terjadi pada saat hari kiamat, pasti dalam benak kita akan muncul sebuah pertanyaan mengenai kapan terjadinya hari kiamat tersebut?

Dalam Sebuah Ayat Alqur'an yaitu ayat ke 79 An-Naazi'aat mulai pada surat 34 - 46, diceritakan bahwa orang-orang kafir bertanya kepada Nabi Muhammad mengenai hari kebangkitan, kapan terjadinya?

Ketika orang kafir bertanya mengenai kapan terjadi waktu kiamat (hari kebangkitan), Allah Subhanahu Wata'Ala berfirman :

Siapakah kamu (maka) dapat menyebutkan (waktunya)?
Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya).
Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit) 
Dalam ayat tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa, orang sekaliber Nabi Muahammad Shalallahu Alaihi wasalam yang merupakan orang istimewa sebagai utusan Allah saja tidak diberitahu kapan terjadinya hari kiamat, apalagi orang lain?

Keterangan Alquran ini senada dengan sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim sebagai berikut :


عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ .

[رواه مسلم]

Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, kemudian dia berkata: “ anda benar “. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian dia berkata: “ anda benar“. Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” . Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. Dia berkata: “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda: “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “. (Riwayat Muslim)

Demikianlah dapat kita simpulkan bahwa pengetahuan mengenai kapan terjadinya kiamat hanya ada pada Allah Subhanahu Wata'Ala. Jadi tidak seorangpun termasuk nabi Muhammad atau bahkan Malaikat Jibril (sebagaimana hadist diatas) yang mengetahuinya.

Hari Kiamat merupakan salah satu hal yang ghaib, hanya Allah lah yang mengetahuinya. Sebagaimana Firman Allah dalam Surah Al-An'am 59 :

۞ وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ [٦:٥٩]


"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" 
Walaupun waktu terjadinya hari kiamat adalah merupakan hal yang ghaib, namun dari hadis diatas Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasalam menyebutkan pula tanda-tanda terjadinya kiamat. Terhadap tanda-tanda kiamat ini, kita akan bahas pada artikel tersendiri.

Demikian Sobat Sakuilmu, informasi mengenai terjadinya hari kiamat  menurut Alqur'an. Semoga bermanfaat bagi Sobat semua yang sedang mempelajari agama Islam
Loading...

0 komentar