Sejarah Tolak Peluru

Sejarah Tolak Peluru | sakuilmu.net - Tolak Peluru adalah salah satu cabang olah raga atletik. Kita sudah tahu bukan bukan, bahwa olah raga atletik terdiri dari cabang olah raga lari, lompat, lempar dan tolak... ? Kalau belum silahkan baca-baca lagi artikel mengenai atletik, diantaranya Pengertian dan Sejarah Atletik

Olah raga tolak peluru sendiri memiliki sejarah yang hampir sama dengan cabang atletik lainnya. Memang olah raga atletik ini merupakan olah raga dasar yang sudah dilakukan oleh manusia sejak zaman dahulu kala. Sehingga dari sejarah masa lalu itulah muncul berbagai cabang olah raga atletik.

Dalam sejarahnya olah raga tolak peluru telah ada sejak 2000 tahun lalu. Olahraga tolak peluru populer di kalangan pria Britania atau Inggris untuk menguji kekuatan para pria. Peluru yang digunakan masih berupa batu bukan bola besi seperti halnya sekarang ini. Di zaman pertengahan, meriam adalah salah satu senjata paling mematikan. Dari peluru meriam inilah inspirasi dari tolak peluru modern, yakni perlombaan melempat peluru meriam sejauh mungkin. Pada tahun 1866 tolak peluru mulai diperlombakan dalam kejuaraan amator. Barulah pada tahun 1896 olahraga tolak peluru dimasukkan dalam perlombaan olahraga skala besar yakni di Olimpiade Athena, Yunani.

Kemajuan terbesar dalam olahraga tolak peluru terjadi di tahun1950, ketika Parry O'Brien memulai tolakannya menghadap bagian belakang ring, metode ini dikenal sebagai metode O'Brien atau lebih di kenal dengan teknik meluncur. Teknik yang mendapat popularitas adalah teknik berputar yang menggunakan lemparan cakram melintasi ring tolak peluru bukan bergerak ke arah belakang yang telah dilakukan oleh O'Brien dan kedua teknik ini sama-sama mencapai keberhasilan. Perry O'Brien atau lengkapnya William Parry O’Brien terlahir pada tanggal 28 Januari 1982 di Santa Monica, California dan meninggal dunia pada 21 April 2007 di Santa Clarita, California.

Demikian Sobat Sakuilmu.net, sedikit informasi mengenai Sejarah Tolak Peluru. Semoga bermanfaat.
Loading...

0 komentar