Sejarah Olahraga Handball / Bola Tangan

Sejarah Olahraga Handball / Bola Tangan | sakuilmu.net    Olahraga Handball atau bola tangan memang kurang populer dibandingkan olahraga bola besar lainnya seperti sepakbola, basket maupun futsal. Hal ini disebabkan salah satunya adalah karena kurangnya pemahaman terhadap olahraga handball / bola tangan ini di masyarakat. Oleh karena itulah, tidak ada salahnya pada kesempatan ini kita akan mencoba mengetahui sejarah olahraga handball atau bola tangan ini.

1. Pengertian Olahraga Handball  / Bola Tangan


Olahraga Handball / Bola tangan adalah olahraga beregu di mana dua regu dengan masing-masing 7 pemain (6 pemain dan 1 penjaga gawang) berusaha memasukkan sebuah bola ke gawang lawan. Permainan ini mirip dengan sepak bola, tapi cara memindahkan bola adalah dengan tangan pemain, bukan kaki.

2. Sejarah Olahraga Handball / Bola Tangan 

Olahraga handball | wikipedia.org
Handball (Bola Tangan) merupakan Olahraga yang telah berusai sangat tua karena menururt sejarah, Permainan Handball ini mulai dimainkan pada saat Zaman Yunani Kuno, kaum laki-laki pada saat itu lebih mahir menggunakan tangan dibandingkan dengan menggunakan kaki untuk memukul dan memainkan bola. Beberapa sumber sejarah mengatakan bahwa permainan Hand Ball ini lebih dulu dikenal dari Permainan Sepakbola, pada saat itu pemainan Hand Ball ini belum menggunakan Peraturan yang baku akan tetapi semua itu merupakan cikal bakal terlahirnya permainan Hand Ball (Bola Tangan) Modern.

Pada abad ke 19, handball / bola tangan modern mulai dimainkan di Negara Denmark yaitu di Kota Danish bagian Nyborg, dengan dipelopori oleh seorang pakar pendidikan jasmani dengan mulai memindahkan permainan Hand Ball (Bola Tangan) ini kedalam dua bentuk permainan yaitu Raffball (Bola tangkap) dan Konigsbergerball.

Kemudian pada tahun 1912 Hirscman seorang berkebangsaan Jerman mulai mengenalkan dan menyebarkan bola tangan di negaranya, dan kemudian Dr. Karl Schelenz yang merupakan Guru olahraga mulai memperkenalkan permainan Hand Ball yang dilakukan pada lapangan besar dan mengembangkan Peraturan-peraturan, sehingga pada tahun 1926 diadakan sebuah pertemuan (Kongres Federasi Atletik Amateur Internasional) yang bertempat di kota Haque dan mengusulkan untuk dibentuk Peraturan Olahraga Hand Ball (Bola Tangan) ini.

Pada tahun 1946, beberapa negara yaitu Denmark, sewedia dan delapan negara lainnya mendeklarasikan Federasi Bola Tangan Internasional (International Hand Ball Federation / IHF) ) dan delapan negara tersebut adalah Denmark, Finlandia, Perancis, Belanda, Norwegia, Polandia, Swiss, Swedia. Sampai tahun 2003 IHF memiliki jumlah peserta sebanyak 150 peserta Negara dengan 80.000 klub.

Setelah Pecah nya perang dunia II permainan Hand Ball ini terjadi perubahan dan di negara-negara Eropa perminan Hand Ball muncul kembali dan menjadi populer pada saat itu dengan jumlah pemain sebanyak 7 orang dengan sejumlah cadangan. 

Perkembangan Bola tangan dengan 7 Pemain ini sangatlah pesat,  karena memiliki pola permainan yang sangat unik, alur bola dan pergerakan nya cepat dan dinamis.
Pada tahun 1954 untuk pertama kalinya diadakan kejuaraan dunia dan pada kala itu Swedia berhasil keluar sebagai Juara, kemudian pada Olimpiade Munchen (Jerman) permainan Hand Ball ini kembali dimasukan kedalam cabang yang dipertandingkan di dalam Olimpiade dan pada saat itu Yugoslavia berhasil mendapatkan Mendali emas.

Pada tahun 1974 mulai dibentuk Federasi Bola Tangan Asia ( Asian Handball Federation) dan dikukuhkan secara resmi di Kuwait, sedangkan di Indonesia sendiri memiliki Induk Bola Tangan Indonesia yang disingkat ABTI (Asosisasi Bola Tangan Indonesia). Olahraga Bola Tangan / Handball pertamakali dipertandingkan di indonesia pada ajang PON ke II, walaupun dengan peserta hanya dari 4 daerah yaitu Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Demikian Sobat sakuilmu, sekilas informasi mengenai sejarah olahraga handball / bola tangan semoga bermanfaat menambah pengetahuan kita tentang olahraga. Sampai bertemu kembali pada artikel olahraga selanjutnya..
Loading...

0 komentar