Pengertian Seni Kriya, fungsi, Jenis dan contohnya

Pengertian Seni Kriya, fungsi, jenis dan contohnya | sakuilmu.net. Dalam kehidupan sehari-hari kita bisa menemukan berbagai macam karya manusia berupa seni rupa. Baca Pengertian dan Contoh Seni Rupa 3 Dimensi.Seperti kita ketahui, bahwa seni rupa dapat dibedakan menjadi 3, yaitu seni rupa murni, desain dan kriya. Pada artikel kali ini kita akan mengupas mengenai pengertian seni kriya, fungsi seni kriya dan tentu saja contoh seni kriya yang dapat kita temukan dalam kehidupan kita. Baca juga : Pengertian Seni Rupa 2 Dimensi dan Contohnya.

1. Pengertian Seni Kriya

Seni Kriya adalah sebuah karya seni yang dibuat dengan menggunakan keterampilan tangan (hand skill) dan memperhatikan segi fungsional (kebutuhan fisik) dan keindahan (kebutuhan emosional). Dalam hal ini seni kriya kerapkali menggunakan banyak pengetahuan dalam hal seni rupa murni, seperti cara mematung atau melukis untuk menghasilkan suatu produk, namun tetap dengan tidak berkonsentrasi pada kebutuhan emosional seperti halnya pada seni lukis dan patung.

Seni kriya ini lebih menitikberatkan fungsionalitas dibandingkan dengan aspek emosional seperti halnya seni rupa murni. Baca : Pengertian dan Contoh Seni Rupa Murni

Dalam perkembangan selanjutnya, seni kriya sering diindentikan dengan kegiatan kerajinan tangan, hal ini disebabkan karena dalam proses pembuatan seni kriya ini menggunakan keterampilan tangan namun dengan produk yang fungsional.

Dari segi bahasa, Seni Kriya berasal dari bahasa Sansekerta dari kata Krya yang berarti mengerjakan. Krya terus berkembang menjadi karya, kriya dan kerja. Dalam arti khusus kriya adalah mengerjakan suatu hal untuk menghasilkan sebuah benda atau objek. Namun, semakin berkembang disebutlah seni kriya.
Sedangkan dalam kamus besar bahasa Indonesia Kriya diartikan sebagai pekerjaan (kerajinan tangan). Dalam bahasa Inggris disebut Craft yang berarti energi atau kekuatan, maksudnya adalah suatu keterampilan dalam mengerjakan atau membuat sesuatu. 

2. Fungsi Seni Kriya

Setelah kita ketahui pengertian seni kriya, kini kita akan mencoba mengupas fungsi dari seni kriya ini. Secara garis besar, fungsi seni kriya dapat kita simpulkan menjadi 3 fungsi, yaitu :

  • Fungsi Seni Kriya sebagai Hiasan (Dekorasi). Banyak hasil produk dari seni kriya digunakan untuk benda pajangan. Seni kriya tersebut lebih mengutamakan keindahan dari pada fungsinya sehingga seni kriya jenis ini mengalami berbagai pengembangan. Contohnya hiasan dinding, karya seni ukir, patung, cinderamata dan lain sebagainya..
  • Fungsi Seni Kriya sebagai Benda Terapan (Siap Pakai). Seni kriya ini lebih mengutamakan fungsinya sebagai benda yang siap pakai, nyaman, namun tidak menghilangkan unsur keindahannya. Contohnya senjata, furnitur, keramik dan lain sebagainya.
  • Fungsi Seni Rupa sebagai Benda Mainan. Mungkin kita sering menjumpai seni kriya sebagai alat permainan yang biasanya dengan bentuk sederhana dan bahan yang mudah didapatkan dan dikerjakan, dengan harga yang relatif murah. Contohnya adalah boneka, kipas kertas, congklak dll. 

3. Jenis Seni Kriya dan Contohnya


Karya seni kriya dapat dihasilkan dari kayu, rotan, tekstil, keramik, logam, kulit maupun bambu. Berikut ini penjelasan jenis - jenis seni kriya berdasarkan bahan yang digunakan :

a. Seni Kriya Kayu
Kriya kayu merupakan suatu jenis seni kriya dalam pekerjaannya membuat benda selalu menggabungkan antara nilai fungsi sekaligus keindahan dengan menggunakan bahan kayu. Bahan dasar kayu sangat banyak dimanfaatkan dalam pembuatan berbagai benda kerajinan seperti patung, wayang golek, topeng, furnitur, dan hiasan ukir-ukiran.

Contoh Seni Kriya dalam kerajinan furniture kursi jepara
b. Seni Kriya Rotan
Sepertin halnya seni kriya yang berasal dari kayu, seni kriya rotan ini memanfaatkan bahan dasar rotan yang diolah dengan teknologi yang sederhana maupun modern sehingga tercipta produk yang memiliki fungsi dan estetika tersediri. Contoh produk seni kriya rtan ini bisa berupa aneka hiasan dari rotan maupun produk furniture.

c. Seni Kriya Tekstil 
Seni kriya tekstil adalah kriya dengan bahan dasar kain. Istilah tekstil memiliki lingkup yang luas dan mencakup dengan macam aneka jenis kain yang cara pembuatannya baik dengan cara diikat, ditenun dipres dan masih banyak cara teknik pembuatan kain. Umumnya kain terbuat dari serat yang dipintal atau dipin untuk menghasilkan benang yang panjang dan selanjutnya ditenun atau dirajut agar menghasilkan kain berupa barang jadi. Jenis seni kriya tektil nusantara dikelompokkan menjadi dua macam yaitu karya batik dan karya tenun.
d. Seni Kriya Keramik
Seni kriya keramik adalah benda yang terbuat dari tanah liat yang dibakar. Pembuatan seni kriya keramik adalah dengan teknik slab/lempeng, putar/throwing, pilin/pinching, dan cetak tuang. Daerah-daerah penghasil seni kriya keramik adalah bandung, jepara, cirebon, banjarnegara, malang, purwerejo, jogyakarta, banjar negara, dan sulawesi selatan. 
e. Seni Kriya Logam 
Seni kriya logam adalah seni kriya yang mengolah logam menjadi berbagai macam benda kerajinan. Tekhnik pembuatan seni kriya logam terdiri dari dua macam teknik yaitu a cire perdue/cetak lilin, dan teknik bivalve.

f. Seni Kriya Kulit
Seni kriya kulit adalah karya seni yang menggunakan kulit sebagai bahan bakunya. Kulit yang umumnya digunakan dalam seni kriya kulit adalah kulit kambing, sapi, buaya, kerbau dan ular. Kulit tersebut menjalani serangkaian proses pengolahan yang panjang, dimana dimulai dari pemisahan dari daging hewan, pencucian menggunakan cairan tertentu, pembersihan, perendaman dengan menggunakan zat kimia tertentu (penyamakan), perwarnaan, perentangan kulit agar tidak mengkerut, pengeringan dan penghalusan. Setelah itu barulah dipotong-potong agar sesuai dengan ukuran dari benda yang akan dibuat. Contoh hasil dari seni kriya kulit adalah tas, sepatu, ikat pinggang, wayang kulit, dompet, pakaian (jaket), alat musik rebana, dan tempat HP. Daerah-daerah penghasil seni kriya kulit adalah yogyakarta, garut, dan bali.
g. Seni Kriya Batu 
Seni kriya batu merupakan seni kriya dengan bahan dasar batu yang dibentuk sedemikian rupa agar terlihat indah. Batu dengan tektur keras, dan kaku ternyata dapat diolah. Contoh di daerah sukami dan sukaraja. Daerah tersebut sering ditemukan hiasan-hiasan dan dekorasi rumah dari batu. Contohnya batu akik, fosil, jesper, dan batu permata seta masih banyak lagi.

Demikian Sobat sakuilmu, artikel yang berkaitan dengan pengertian seni kriya, fungsi seni kriya dan jenis serta contoh seni kriya. Semoga artikel kali ini bisa bermanfaat buat sobat semua. Sampai berjumpa pada artikel selanjutnya.
Loading...

0 komentar