Alat Musik Tradisonal Indonesia

Alat Musik Tradisional Indonesia | sakuilmu.net - Alat musik tradisional Indonesia atau alat musik daerah merupakan kekayaan budaya dan tradisi Bangsa Indonesia. Hampir semua provinsi di Indonesia memiliki alat musik tradisional khas yang menjadi ciri khas Provinsi tersebut. Namun adakalanya juga alat musik tradisional tersebut memiliki bentuk yang sama dengan nama-nama yang berbeda. Fungsi alat musik tradisional ini antara lain untuk mengiringi tarian daerah Indonesia atau untuk lebih jelas Sobat bisa membaca artikel mengenai fungsi musik daerah.

Untuk mengenal lebih jauh tentang alat musik tradisional Indonesia  atau alat musik daerah dari seluruh provinsi di Indonesia, berikut ini kami sampaikan jenis-jenis / macam-macam alat musik tradisional Indonesia dari Aceh 34 Provinsi di Indonesia beserta gambar dan penjelasan singkatnya :

1. Alat Musik Tradisional Indonesia dari Aceh


Teganing adalah salah satu alat musik pukul tradisional yang berasal dari daerah Gayo khususnya Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Alat musik Teganing dibuat dari seruas bambu pilihan dengan panjang sekitar 1 - 1,10 m. Adapun ruas bambu yang bisa dijadikan sebagai alat musik teganing harus mencukupi panjangnya, diameternya cukup besar dan tua.



2. Alat Musik Tradisional Indonesia dari Sumatera Utara

Di Pulau Jawa kita mengenal alat musik gendang/kendang yang dimainkan dalam kesenian gamelan dsb, nah di Sumatera Utara kita bisa mengenal alat musik yang mirip dengan kendang. Namanya adalah alat musik Gordang.
Gordang (single headed drum) adalah salah satu alat musik Batak Toba, yaitu satu buah gendang yang lebih besar dari taganing yang berperan sebagai pembawa ritem konstan mau pun ritem variable.
Alat musik dari Sumatra Utara yang dikenal dengan nama Gordang ini dibuat dari kayu dan dimainkan dengan cara dipukul.


Alat Musik Tradisional Gordang

3. Alat Musik Tradisional Indonesia dari Sumatera Barat

Saluang adalah alat musik tradisional dari Sumatera Barat yang terbuat dari Bambu Talang.Saluang memiliki diameter sekitar 3-4 cm, panjangnya 40 - 60 cm dan hanya memiliki 4 lubang. Alat musik tradisional Saluang ini dimainkan dengan cara ditiup.

4. Alat Musik Tradisional Indonesia dari Jambi

Serangko adalah sejenis alat musik tiup yang terbuat dari tanduk kerbau. Panjang alat musik Serangko ini  mencapai 1 meter - 1,5 meter. Pada zaman dahulu alat musik Serangko ini digunakan oleh komandan perang untuk memberikan komando. Selain fungsi itu, Serangko juga digunakan untuk pemberitahuan ketika ada musibah kematian yang menimpa salah satu masyarakat di Jambi.

5. Alat Musik Tradisional Indonesia dari Riau dan Kepulauan Riau

Nafiri adalah alat musik tiup yang berasal dari Provinsi Riau. Alat musik tiup yang mirip dengan terompet ini  memiliki fungsi sebagai berikut :
  • Pengiring tarian tradisional, tari Inai, tari Jinugroho dan tari Olang.
  • Sebagai alat musik yang utama di dalam musik robat yang merupakan musik yang dimainkan di lingkungan masyarakat.
  • Sebagai melodi yang digunakan untuk menentukan gerakan-gerakan silat.
  • Untuk penobatan raja-raja ketika Riau masih berbentuk kerajaan-kerajaan serta bangsawan.
  • Tanda terhadap terjadinya peperangan, bencana, dan kematian.
  • Alat yang digunakan sebagai penanda spiritual untuk memanggil dewa, roh, atau arwah nenek moyang.

6. Alat Musik Tradisional Indonesia dari Bengkulu

Tessa adalah salah satu alat musik tradisional dari bengkulu yang berbentuk seperti rebana, terbuat dari tembaga, besi plat atau alumunium, dan juga bisa dari kuali yang permukaannya ditutup degan kulit kambing yang telah dikeringkan. Alat musik ini digunakan bersama dengan Dol, untuk acara Tabot.

Alat musik Indonesia Tassa - heritage.org

 7. Alat Musik Tradisiona Indonesia dari Kepualauan Bangka Belitung


Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ada banyak alat musik tradisional yang khas dan bernuansa melayu. Salat satu alat musik yang khas di Kepulauan Babel adalah Gambangan. Alat musik Gambangan seperti Gamelan di Jawa dan Bali, terdiri dari tujuh potong kayu. Terkadang dalam kondisi tertentu bisa hanya menggunakan lima potong kayu, merupakan alat musik asli Belitung.

Bahannya terbuat dari kayu lempung atau kayu yang ringan seperti meranti, medang, libut, dan sengkrubong.
Gambangan - http://bangka.tribunnews.com

8. Alat Musik Tradisional Indonesia dari Provinsi Sumatera Selatan


Salat satu alat musik Sumatera Selatan yang khas adalah alat musik tenun.  Disebut alat musik tenun dikarenakan alat musik ini biasanya dipergunakan sebagai penghibur para pekerja yang sedang menenun. Alat musik tenun ini terbuat dari kayu yang berbentuk persegi panjang, dengan ornamen segitiga berangkai ditengahnya. Segitiga berangkai yang berada di tengah alat musik inilah yang dibunyikan dengan cara dipukul sehingga menimbulkan bunyi dengan nada-nada tertentu.


9. Alat Musik Tradisional Indonesia dari Provinsi Lampung

Gamolan adalah salah satu alat musik menyerupai gamelan. Alat musik Gamolan dari Provinsi Lampung ini merupakan alat musik yang terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara dipukul.
Diperkirakan alat musik khas Lampung ini sudah dimainkan masyarakat Lampung kuno sejak abad ke-4 masehi, akan tetapi sampai dengan saat ini banyak masyarakat Lampung yang belum mengetahui dari kekayaan alat musik tradisional ini.

 


10. Alat Musik Tradisional Indonesia dari Provinsi Banten

Angklung Buhun adalah alat musik angklung tradisional dari masyarakat Baduy di Banten. Bagi masyarakat Baduy, kesenian Angklung Buhun ini merupakan salah satu kesenian yang dianggap sakral dan memiliki nilai khusus di dalamnya. Kesenian Angklung Buhun biasanya hanya di tampilkan pada acara tertentu saja, terutama pada saat penanaman padi. 


11. Alat Musik Tradisional Indonesia dari Provinsi DKI JAKARTA

Alat musik Kong'ahyan, Tehyan dan Sukong adalah alat musik tradisional dari Tionghoa yang telah digunakan oleh masyarakat Betawi sejak zaman Belanda dalam kesenian gambang kromong, lenong dan ondel-ondel. Alat musik gesek ini bentuknya hampir mirip dengan rebab. Alat musik tradisional Betawi Kong'ahyan, Tehyan dan Sukong ini memiliki beberapa perbedaan diantaranya, yaitu :
  1. Kong’ahyan mempunyai ukuran tempurung(batok) kelapa yang berukuran kecil dengan nada dasar D yang ( disebut sebagai melodi )
  2. Tehyan mempunyai ukuran tempurung(batok) kelapa berukuran sedang dengan nada dasar A ( disebut juga rythem )
  3. Sukong mempunyai ukuran tempurung(batok) kelapa yang berukuran paling besar dengan nada dasar G ( disebut juga sebagai bass )

 

12. Alat Musik Tradisional Indonesia dari Provinsi Jawa Barat

Celempung adalah alat musik yang terbuat dari hinis bambu (kulit bambu)  yang dimainkan dengan cara dipukul. Seperti halnya alat musik tradisional karinding, pukulan pada hinis bambu pada celempung akan menghasilkan resonansi bunyi.

Celempung dimainkan dengan 2 cara ; dipukul ( kedua alur sembilu dipukul bergantian, tergantung ritme dan suara yang diinginkan ) dan diolah ( tangan kiri mengatur besar kecil suara yang keluar dari badan celempung ). Suara tinggi diperoleh dengan membuka lebih lebar. Suara rendah dengan menutup rapat lubang. Suara yang dihasilkan celempung bisa beragam, tergantung keahlian pemain.

Selain celempung masih banyak alat musik Jawa Barat lainnya seperti calung, karinding, tarawangsa dan lain sebagainya, Selengkapnya kunjungi : http://www.tradisikita.my.id/2013/04/alat-musik-tradisional-jawa-barat.html#ixzz45eJRAQPJ
 

13. Alat Musik Tradisional Indonesia dari Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jogjakarta

Pada umumnya alat musik dari ketiga provinsi ini memiliki kesamaan, mengingat penduduk di ketiganya mayoritas adalah suku adat jawa. Alat musik yang dikenal dikalangan masyarakat jawa antara lain adalah alat musik gamelan yang terdiri dari berbagai alat musik seperti kendang, bonang, sharon, demung, kenong, slhenthem, gambang, sitter, suling dan gong. Selengkapnya silahkan kunjungi http://www.tradisikita.my.id/2015/04/mengenal-10-alat-musik-jawa-tengah.html

14. Alat Musik Tradisional Indonesia dari Provinsi Bali

Rindik merupakan salah satu alat musik tradisional Bali. Alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul tersebut terbuat dari susunan bambu. 
Terdapat lima nada dasar yang dimiliki oleh Rindik. Rindik biasa digunakan sebagai musik pengiring hiburan rakyat "Joged Bumbung. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, kini Rindik sudah lebih fleksibel dalam pemakaiannya. Beberapa diantaranya adalah sebagai pelengkap untuk acara pernikahan/resepsi serta dapat pula untuk menyambut tamu.
 
 

14. Alat Musik Tradisional Indonesia dari Provinsi Nusa Tenggara Barat

Sarone adalah sebuah alat musik tiup dari Kabupaten Bima Dompu yang termasuk golongan aerofon yang berlidah dan dimainkan dengan cara ditiup / ufi.

Alat musik tradisional Sarone dibuat dari dua bahan pokok yaitu buluh ( jenis bambu kecil) dan daun lontar. Lolo dan anak lolo terdiri atas bulu.. Pada lolo terdapat 6 (enam) bongkang ( lubang) di atas, dan satu lubang di bawah. Cara melubangi dilakukan dengan menggunakan kawat besar yang dibakar. Jarak antara lubang yang satu dengan yang lainnya diukur dengan mengambil ukuran keliling lolo. Sedang lubang yang ada di bawah, jaraknya ½ (setengah)dari jarak antara dua lubang diatas.
 
 

15. Alat Musik Tradisional Indonesia dari Provinsi Nusa Tenggara Timur

 
Masyarakat Dawan peraya (Provinsi NTT) bahwa alat musik Knobe Kbetas telah ada sejak nenek moyang mereka berumah di gua-gua. Bentuk alat musik ini sama dengan busur panah.
Cara memainkannya ialah, salah satu bagian ujung busur ditempelkan di antara bibir atas dan bibir bawah, dan kemudian udara dikeluarkan dari kerongkongan, sementara tali busur dipetik dengan jari. Meripakan kebiasaaan masyarakat dawan di pedesaan apabila pergi berook tanam atau mengembala hewan mereka selalu membawa alat-alat musik seperti Leku, Heo, Knobe Kbetas, Knobe Oh, dan Feku. Sambil mengawasi kebun atau mengawasi hewan-hewan, maka musik digunakan untuk melepas kesepian.

15. Alat Musik Tradisional Indonesia dari Provinsi Kalimantan (Barat, Tengah, Timur, Selatan dan Utara)

Sapek (sebutan lain: sampek, sampiq) adalah alat musik dawai pada masyarakat Dayak di Kalimantan. Dari ratusan kelompok masyarakat (etnis) dan sub-etnis Dayak, sapek paling banyak terdapat di Dayak Kayaan dan Kenyah. Alatnya tampak seperti gitar, dengan tubuh yang panjang dan leher yang sangat pendek--mungkin leher alat lute terpendek di dunia.
Sangat beda dengan gitar, fret (batas nada, dalam istilah setempat disebut lasar) yang jumlahnya belasan itu hanya 2-3 saja, bahkan kadang tidak ada sama sekali yang terletak pada bagian leher. Hampir seluruh lasar terpasang di bagian tubuh. Keunikan lainnya, lasar-lasar itu bisa digeser atau dipindah-pindah, karena pemasangannya tidak tertanam permanen seperti gitar, melainkan ditempelkan dengan lem yang sangat kental dan tak pernah kering, yang terbuat dari madu-lebah. Dengan cara pemindahan lasar itulah laras atau "susunan-nada" (modus) sapek berganti-ganti.

15. Alat Musik Tradisional Indonesia dari Provinsi Sulawesi Tengah

Tutuba adalah merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Sulawesi Tengah yang merupakan alat musik berdawai yang terbuat dari bambu. Tutuba adalah alat musik khas suku To Wana.
Suku Wana (To Wana), adalah penduduk asli di kawasan Wana Bulang yang berada di wilayah kabupaten Morowali, pemukiman berada di kecamatan Mamosolato, Petasia, dan Soyojaya, dan tedapat juga di wilayah pedalaman di kabupaten Luwuk Banggai  - Sulawesi Tengah. Suku Wana disebut juga sebagai Tau Taa Wana yang berarti "orang yang tinggal di hutan". Sedangkan mereka lebih suka menyebut diri mereka sebagai Tau Taa, atau "orang Taa".


 16. Alat Musik Tradisional Indonesia dari Propinsi Sulawesi Selatan

Alat musik Talindo atau Popondi ini terbuat dari kayu, tempurung kelapa, dan senar. Talindo/Popondi merupakan alat musik jenis sitar berdawai satu (one stringed stick zilher). Tempurung kelapa berfungsi sebagai resonator. Alat musik ini dimainkan secara tunggal setelah para petani merayakan pesta panen dan untuk mengisi waktu senggang bagi para remaja.

Kata Tolindo adalah sebutan yang berasal dari daerah Bugis. Sedangkan kata Popondi adalah sebutan dari daerah Makasar.

Alat musik tradisional Talindo / Popondi berbentuk busur seperti tanduk kerbau atau tanduk sapi yang bertumpu pada sebuah tempurung kelapa, di ujungnya atas bagian tanduk dipasang 1 buah senar dan dimainkan dengan cara dipetik.

 

16. Alat Musik Tradisional Indonesia dari Propinsi Sulawesi Selatan

Alat musik tradisional Kanda wuta adalah sebuah alat musik tradisional Sulawesi Tenggara yang dimainkan dencan cara dipukul dan digunakan untuk mengiringi tarian lulo. Alat musik Kanda Wuta ini sudah ada sejak abad ke-10. 

Sekitar abad ke-10 daratan Sulawesi Tenggara memiliki dua kerajaan besar yaitu kerajaan Konawe (wilayah Kabupaten Konawe) dan Kerajaan Mekongga (Wilayah Kabupaten Kolaka) secara umum kedua Kerajaan ini serumpun dan dikenal sebagai suku Tolaki. Suku tolaki memiliki beragam seni tari diantaranya adalah tarian lulo dengan iringan musik kanda-kanda wuta.
Alat musik Kanda Wuta ini dibuat dari kayu, tanah liat, rotan dan pelepah sagu.
 

18. Alat Musik Tradisional Indonesia dari Propinsi Sulawesi Utara, Gorontalo & Sulawesi Barat

 
 
Alat musik Kolintang adalah alat musik tradisional yang terkenal di daerah Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Bahan untuk membuat alat musik tradisional kolintang ini adalah kayu. Ada Kolintang yang dibuat dari bahan kayu bernama kayu bandaran, kayu wenang, dan lain sebagainya. Umumnya kayu yang dibuat untuk membuat Kolintang ini adalah kayu-kayu ringan, namun memiliki serat kayu yang padat. Alat musik kolintang dimainkan dengan cara dipukul. Bahkan Kolintang ini terkenal dapat mengeluarkan bunyi yang khas karena bisa digunakan untuk mengeluarkan bunyi nada rendah maupun nada tinggi. Salah satu fungsi Kolintang adalah mengiringi tari tradisional dari Sulawesi Utara yaitu Tari Lenso dan Tari Tatengesan.

 

19. Alat Musik Tradisional Indonesia dari Kepulauan Maluku (Prov. Maluku dan Maluku Utara)

Tahuri adalah alat musik dan komunikasi yang dikenal didaerah pesisir kepulauan Maluku. Alat musik ini terbuat dari kulit kerang dan dibunyikan dengan cara ditiup. jika ditiup bunyinya akan terdengar nyaring. Semakin kecil ukuran kerangnya, semakin nyaring bunyinya dan semakin besar kerangnya bunyinya pun semakin rendah.

Pada awalnya alat musik tahuri berfungsi sebagai alat komunikasi antara raja dan masyarakat, antara Raja dengan staf-staf negeri. Kemudian dalam perkembangannya tahuri juga berfungsi :

  1. Beberapa tata cara adat masih menggunakan Tahuri sebagai pemandu berlangsungnya acara adat istiadat.
  2. Salah satu benda arkeologi.
  3. Salah satu alat musik tradisional masyarakat Maluku
  4. Sebagai cendramata atau souvenir baik untuk lokal maupun non lokal.
 

20. Alat Musik Tradisional Indonesia dari Papua dan Papua Barat

Tifa adalah nama alat musik tradisional dari Indonesia Timur khususnya Maluku dan Papua. Alat musik tradisional yang satu ini terbuat dari kayu yang dilubangi tengahnya serta salah satu ujungnya ditutup dengan menggunakan kulit binatang. Kulit binatang yang digunakan untuk membuat tifa biasanya adalah kulit rusa. Cara memainkan tifa hampir sama dengan kendang, yaitu dengan cara dipukul.

Tifa terdiri dari beberapa macam yaitu  Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa Potong, Tifa Jekir Potong dan Tifa Bas.

Alat musik tifa dipergunakan untuk mengiringi tarian perang seperti Tari Gatsi dari suku Asmat


Nah Sobat sakuilmu.net, demikian tadi jenis jenis alat musik tradisional ASLI Indonesia yang bisa kamu ketahui. Semoga alat musik tradisional Indonesia akan tetap lestari di NKRI. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya.
Loading...

0 komentar